Posts tagged Green Lantern

Previews DC Juni 2010

Wonder Woman #602

Beberapa item menarik sudah ditawarkan DC di dalam katalog Previews Juni 2010, diantaranya adalah: Brightest Day #7-8, Green Lantern #57, Green Lantern Corps #51, Green Lantern Emerald Warriors #1, Justice Society of America #42, Justice League of America #48, Birds of Prey #4, The Flash #5, Batman #702, Titans #26, Outsiders #32, Superman #702, Adventure Comics #517, Teen Titans #86, Wonder Woman #602, Batman Life After Death HC, JSA Black Adam And Isis TP, Luthor HC, Superman New Krypton Vol. 2 TP,  dan The World’s Greatest Super-Heroes TP.

Habis Gelap Terbitlah Terang

Comes The Brightest Day

Alex Segura, melalui The Source, sebuah blog resmi DC Comics, bersama dengan Dan Didio, berbicara mengenai Brightest Day, sebuah event baru yang akan dimulai bulan April 2010, setelah event Blackest Night selesai. Didio mengatakan bahwa serial ini akan dimulai dari Brightest Day #0 dan merupakan serial 2 mingguan.

Dua orang penulis dibalik sukses Green Lantern dan Green Lantern Corps, Geoff Johns dan Peter Tomasi dipercaya untuk menggarap Brightest Day ini. Sementara untuk artist, sampai berita ini diturunkan hanya 2 orang yang disebutkan oleh Didio, Fernando Pasarin dan David Finch (yang baru saja di kontrak secara ekslusif oleh DC). Pasarin akan menggarap art untuk Brightest Day #0. Sementara Finch disebutkan akan menggarap cover regular Brightest Day. Didio berjanji akan memberikan informasi kembali mengenai siapa saja artist yang akan terlibat di dalam proyek ini.

Alex Segura, melalui The Source, sebuah blog resmi DC Comics, bersama dengan Dan Didio, berbicara mengenai Brightest Day, sebuah event baru yang akan dimulai bulan April 2010, setelah event Blackest Night selesai. Didio mengatakan bahwa serial ini akan dimulai dari Brightest Day #0 dan merupakan serial 2 mingguan.

Dua orang penulis dibalik sukses Green Lantern dan Green Lantern Corps, Geoff Johns dan Peter Tomasi dipercaya untuk menggarap Brightest Day ini. Sementara untuk artist, sampai berita ini diturunkan hanya 2 orang yang disebutkan oleh Didio, Fernando Pasarin dan David Finch (yang baru saja di kontrak secara ekslusif oleh DC). Pasarin akan menggarap art untuk Brightest Day #0. Sementara Finch disebutkan akan menggarap cover regular Brightest Day. Didio berjanji akan memberikan informasi kembali mengenai siapa saja artist yang akan terlibat di dalam proyek ini.

Kejutan-Kejutan Blackest Night

Cover Blackest Night #2 oleh Ivan Reis

Pertama kali dipublikasikan di Koran Tempo, suplemen Ruang Baca edisi Oktober 2009, 25 Oktober 2009. Ditulis oleh Surjorimba Suroto.“In brightest day, in blackest night, No evil shall escape my sight. Let those who worship evil’s might. Beware my power… Green Lantern’s light!”

Green Lantern (Hal Jordan) dan Flash (Barry Allen), didampingi Alfred, pelayan setia Bruce Wayne, berdiri di samping makam Batman. Mereka mendapati tengkorak Bruce Wayne, alias Batman, hilang dicuri. Tak lama berselang banyak kawan dan lawan, yang sudah meninggal dunia, bangkit dari kubur. Semuanya mengenakan cincin berwarna hitam dan melakukan pengrusakan di bumi dan jagat raya. Mampukah Green Lantern, dengan cincin hijau andalannya, bersama seluruh kawannya menghentikan serbuan para Black Lantern di seluruh pelosok semesta?

Jika cincin berwarna hitam masih belum cukup merepotkan, Green Lantern Corps (pasukan berkekuatan cincin hijau) juga harus berhadapan dengan para “pemegang” cincin lainnya yang berwarna kuning, merah, jingga, biru, indigo, dan ungu. Masing-masing memiliki karakter tersendiri dan pasukan yang setanding dengan Green Lantern Corps.

Blackest Night adalah serial miniseri komik terbaru dari DC Comics, yang dalam 5-7 tahun terakhir menyajikan banyak cerita komik fenomenal dan mengubah wajah raksasa penerbit komik ini selamanya. Jika 20-30 tahun lampau cerita komik umumnya sederhana dan mudah dipahami, kini pembaca butuh kerja keras untuk menikmati dan memahami isi komik. Blackest Night juga merupakan bagian terakhir dari trilogi Green Lantern: Rebirth, dan Sinestro Corps War.

Mungkin Anda masih ingat miniseri Identity Crisis, tujuh buku yang menggemparkan itu? Terungkap persekongkolan Green Arrow, Hawkman, Zatanna, dan rekan-rekan Justice League of America, yang mengubah karakter penjahat keji Doctor Light menjadi konyol. Mereka bahkan menghapus ingatan Batman yang tak setuju dengan tindakan amoral itu. Insiden ini memicu perpecahan di antara mereka dan jalinan cerita akbar berlanjut hingga “bangkitnya” Hal Jordan dan Barry Allen dari kubur. Kompleksitas ceritanya pantas dijadikan standar cerita komik masa depan. Pembaca setia komik terbitan DC Comics pasti setuju dengan pernyataan ini.

Konsep cincin banyak warna adalah inovasi terbaru. Geoff Johns, pemrakarsa dan penulis utama serial Green Lantern, mengungkapkan dalam suatu wawancara, “Tema serial ini adalah emosi. Bercerita tentang konflik emosi, perubahan emosi, dan menghadapi emosi. Apa arti sebenarnya dari emosi.”

Ia menciptakan tujuh warna emosi (diadaptasi dari warna pelangi) yang masing-masing merepresentasikan karakternya: merah (amarah), jingga (serakah), kuning (takut), hijau (tekad), biru (harapan), indigo (empati), dan ungu (cinta). Ketujuh warna ini didistribusikan kepada kelompok penganutnya, yang masing-masing mengenakan cincin kekuatan sesuai warna. Unik, memang, karena ketujuh warna itu merefleksikan sifat dasar manusia. Bagaimana pemakainya memanfaatkan, akan menentukan hasil yang positif dan negatif.

Coba renungkan apakah amarah dan takut selalu bersifat negatif? Apakah harapan dan cinta selalu bersifat positif? Sepintas tampaknya begitu. Namun ketujuh emosi memiliki posisi yang setanding. Kecondongan positif ataupun negatif sangat tergantung manusianya. Cinta dapat mencelakakan diri, dan amarah dapat menyelamatkan nyawa manusia.

Lalu bagaimana dengan cincin berwarna hitam? Dari warnanya sudah bisa ditebak karakternya: kematian. Sepak terjang cincin hitam ini sudah mulai melanda jagat raya DC Comics. Dikendalikan oleh sebuah Black Power Battery (semacam lampu petromaks yang mengisi ulang tenaga cincin, serupa dengan cincin hijau Green Lantern yang harus diisi ulang oleh Green Power Battery), cincin-cincin hitam ini berkelana membunuh para pahlawan dan penjahat, lalu menghidupkannya kembali sebagai zombie. Mereka yang sudah terkubur bertahun-tahun juga dihidupkan kembali. Semua itu dikendalikan oleh kekuatan yang sama.

Lantas apa tujuan para Black Lanterns ini? Sejauh ini belum terungkap, namun karakternya yang mematikan emosi dapat dipastikan akan berusaha untuk merusak (bahkan membunuh) ketujuh emosi lainnya. Padahal ketujuh kelompok pemakai cincin emosi tidak semuanya berjuang di pihak yang benar. Tampaknya cincin hitam akan menyapu ludes cincin warna yang lain. Tak peduli mereka berada di pihak mana.

Wira Yulianto, pecinta komik dan pengelola situs tokokomik.com punya pendapat sendiri tentang Blackest Night. “Cincin hitam punya kekuatan yang cukup menakutkan,” katanya. Menurut dia, saat ini tidak mudah untuk menjawab cincin yang mana yang tidak mudah kalah, mengingat masing-masing warna punya kekuatan dan kelemahan. Tapi, “Saya tetap yakin cincin hijau paling mampu bertahan. Setidaknya pasukan cincin hijau punya veteran-veteran yang lebih siap dibandingkan pasukan yang lain. Bahkan pernah dalam satu cerita sebelum Blackest Night, Hal Jordan memakai dua cincin, hijau dan biru, dan punya kekuatan yang sangat hebat.”

Menurut rencana, miniseri Blackest Night akan berlangsung hingga April 2010. Dampaknya akan dirasakan pada beberapa judul unggulan seperti Superman, Wonder Woman, Teen Titans, Doom Patrol, Batman, Flash, dan lainnya. Akankah para tokoh yang dihidupkan kembali tetap hidup? Atau dikembalikan ke alam kubur? Kita tunggu kejutan apa yang akan dibawa Blackest Night.