Artikel

DC Universe List of Event

Final Crisis

Berikut ini adalah event-event DC Universe mulai dari era 1980-an sampai 2010.

1980
1982 – The Great Darkness Saga
1985 – Crisis On Infinite Earths
1986 – Legends
1988 – Millennium
1988 – Cosmic Oddyssey
1988 – 1989 – Invasion

1990
1991 – Armageddon 2001
1991 – War of The Gods
1992 – Panic In The Sky
1992 – Eclipso: The Darkness Within
1993 – The Death of Superman
1993 – Knightfall
1993 – Trinity
1993 – Bloodlines
1994 – Emerald Twilight
1994 – Worlds Collide
1994 – Zero Hour
1995 – Underworld Unleased
1996 – The Final Night
1996 – DC vs. Marvel
1997 – Genesis
1998 – Millennium Giants
1998 – DC One Million
1999 – No Man’s Land
1999 – Day of Judgement

2000
2001 – Our Worlds at War
2003 – JLA Avengers
2004 – Identity Crisis
2005 – Countdown to Infinite Crisis
2005 – Infinite Crisis
2006 – 52
2006 – One Year Later
2007 – Amazon Attack
2007 – Sinestro Corps War
2007 – Countdown to Final Crisis
2008 – Final Crisis
2009 – Superman: World of New Krypton
2009 – Battle For The Cowl
2009 – Blackest Night
2010 – Brightest Day
2010 – Batman: The Return of Bruce Wayne
2010 – War of The Supermen

Rekomendasi: DC Comics

All Star Batman & Robin The Boy Wonder Vol. 1 TP

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi untuk komik-komik DC yang merupakan best seller:

1. All Star Batman & Robin The Boy Wonder Vol. 1 TP – Rp. 230.000
2. Identity Crisis TP – Rp. 172.500
3. Infinite Crisis TP – Rp. 172.500
4. JLA Vol. 18 Crisis of Conscience TP – Rp. 149.500
5. Green Lantern Sinestro Corps War Vol. 1 TP – Rp. 172.500
6. Green Lantern Sinestro Corps War Vol. 2 TP – Rp. 172.500
7. Green Lantern Tales of The Sinestro Corps TP – Rp. 172.500
8. Final Crisis HC – Rp. 345.000
9. Justice League of America Vol. 1 Tornado’s Path TP – Rp. 207.000
10. Kingdom Come TP – Rp. 207.000
11. Justice Vol. 1 TP – Rp. 172.500
12. Justice Vol. 2 TP – Rp. 172.500
13. Justice Vol. 3 TP – Rp. 172.500
14. Omac Project TP – Rp. 172.500
15. Batman Hush Vol. 1 TP – Rp. 149.500
16. Batman Hush Vol. 2 TP – Rp. 149.500
17. Superman For Tomorrow Vol. 1 TP – Rp. 172.500
18. Superman For Tomorrow Vol. 2 TP – Rp. 172.500

Rekomendasi: Marvel

Captain America: Death of Captain America Vol. 1 TP

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi untuk komik-komik Marvel yang merupakan best seller:

1. House of M TP – Rp. 287.500
2. Avengers Disassembled TP – Rp. 184.000
3. Civil War TP – Rp. 287.500
4. Captain America The Death of Captain America Vol. 1 TP – Rp. 172.500
5. New Avengers Vol. 1 Breakout TP – Rp. 172.500
6. New Avengers Vol. 5 Civil War TP – Rp. 172.500
7. Secret Invasion TP – Rp. 345.000
8. Hulk Word War Hulk TP – Rp. 287.500
9. Civil War Amazing Spider-Man TP – Rp. 207.000
10. Ultimates Vol. 1 TP – Rp. 149.500
11. Ultimates Vol. 2 Homeland Security TP – Rp. 207.000
12. Ultimates 2 Vol. 1 Gods and Monster TP – Rp. 184.000
13. Ultimates 2 Vol. 2 Grand Theft America TP – Rp. 230.000
14. Ultimates 3 Who Killed Scarlet Witch TP – Rp. 230.000
15. New Avengers Vol. 6 Revolution TP – Rp. 172.500
16. New Avengers Vol. 7 Trust TP – Rp. 230.000
17. New Avengers Vol. 8 Secret Invasion Book 1 TP – Rp. 172.500
18. New Avengers Vol. 9 Secret Invasion Book 2 TP – Rp. 172.500

Single Magazine, Tradepaperback dan Hard Cover

Display di Midtown Comics, New York City

Istilah-istilah diatas memang jarang kita dengar di Indonesia, tetapi dikalangan penggemar komik, khususnya komik-komik Amerika, istilah tersebut sangat sering kita dengar. Seringkali orang bertanya, biasanya orang-orang yang baru mulai mengikuti komik Amerika. Single Magazine itu apa? Apa bedanya Tradepaperback dan Hard Cover?

Di Amerika, di negara yang sudah maju, urusan publikasi pun diatur sedemikian rupa, sehingga dipakailah istilah-istilah seperti yang kita lihat diatas. Single Magazine, ini merujuk pada komik yang setidaknya mempunyai 32 halaman atau 48 halaman, umumnya dipublikasikan 1 bulan sekali. Dalam Bahasa Indonesia paling mudah kita sebut komik bulanan. Inilah komik yang kita kenal dengan ukurannya yang tipis dan biasanya di-pack menggunakan plastik dan backing board untuk menjaga supaya fisik komiknya tidak rusak.

Tradepaperback dan Hard Cover, paling mudah kita sebut dalam Bahasa Indonesia dengan kata bundel. Tradepaperback dan Hard Cover biasanya berisikan satu atau beberapa kumpulan cerita yang sebelumnya pernah dipubliskasikan dalam bentuk single magazine, meskipun ada juga beberapa cerita yang memang dirilis dalam bentuk tradepaperback atau hard cover. Lalu apa bedanya? Perbedaan akan kita temukan dari bentuk fisiknya, hard cover terlihat lebih kokoh karena cover yang tebal, sementara tradepaperback menggunakan softcover. Selain itu, harga pun mengalami perbedaan, hard cover selalu lebih mahal dari tradepaperback. Dari segi isi tidaklah ada perbedaan signifikan, mungkin ada beberapa yang mempunyai perbedaan, misalkan bentuk hard cover isinya mempunyai beberapa halaman tambahan, apakah itu sketch atau commentary, sementara tradepaperback tidak ada halaman tambahan.

Pembaca komik mempunyai pilihannya sendiri apakah mengumpulkan single magazine, tradepaperback atau hard cover. Sebagaian penggemar dengan rajin mengumpulan single magazine yang mereka order setiap bulan dengan alasan selain mengikuti ceritanya, mereka juga senang mengumpulkan covernya. Memang single magazine mempunyai keunikan tersediri dari segi cover. Sementara yang lainnya, lebih memilih tradepaperback atau hard cover karena kemudahan membaca karena tidak perlu menunggu berbulan-bulan untuk mengikuti satu cerita hingga selesai.

Brightest Day

Cover Green Lantern Corps #48

Brighest Day adalah cerita yang akan mulai dirilis oleh DC mulai bulan April 2010, menyusul selesainya cerita Blackest Night dengan segala pengaruhnya terhadap dunia DC (DC Universe). Serial ini akan terdiri dari 26 issues dan dirilis 1 bulan 2 kali. Geoff Johns dan Peter Tomasi, 2 orang dibalik sukses Blackest Night dipercaya kembali oleh DC untuk menuliskan cerita Brightest Day, yang dipercaya akan menjadi serial yang seru dan unik sepanjang tahun ini sampai tahun 2011.

Cerita ini juga akan bertalian dengan beberapa serial Green Lantern, Green Lantern Corps, Justice League of America, The Titans, The Flash dan Birds of Prey, yang akan kembali ditulis oleh Gail Simone dan berkolaborasi dengan Ed Benes. Menurut informasi sementara ini, khusus serial Green Lantern, karakter Atrocitus dan Larfleeze akan banyak ditampilkan dalam cerita yang berjudul “New Guardians”. Beberapa artist yang akan terlibat dalam proyek ini adalah Fernando Pasarin, David Finch, dan Adrian Syaf.

Sayangnya DC belum memberikan checklist resmi untuk cerita yang seru ini. Checklist sementara, berdasarkan katalog adalah: Brightest Day #0, Green Lantern #53, Green Lantern Corps #47, Flash #1, Justice League of America #44, Brightest Day #1, Brightest Day #2, Green Lantern #54, Green Lantern Corps #48, Justice League Generation Lost #1-2, Birds of Prey #1, Flash #2, Titans Villains For Hire Special #1 dan Justice League of America #45.

Heroic Age

Horoic Age Magazine #1

The Heroic Age, sebuah cerita dari Marvel yang akan memulai debutnya pada bulan May 2010, setelah cerita Siege selesai, mengikuti cerita-cerita sebelumnya, Civil War, Secret Invasion dan Dark Reign. Cerita akan dimulai di Avengers #1 yang akan dirilis pada bulan May 2010, yang kembali menyatukan Iron Man, Captain America dan Thor, kemudian dibulan yang sama akan juga dirilis Age of Heroes #1-4 yang ditulis oleh Kurt Busiek.

Berikut ini adalah judul-judul yang mencakup cerita Heroic Age: Heroic Age Magazine #1, Heroic Age: Prince of Power #1-4, Age of Heroes #1-4, Atlas #1, Astonishing Spider-Man & Wolverine #1, Astonishing X-Men: Xenogenesis #1-5, Avengers #1, Black Widow #2, Captain America #606, Enter The Heroic Age #1, Fantastic Four #579, The Invincible Iron Man #26, Origins of The Marvel Universe #1, Secret Avengers #1 dan Thunderbolts #144.

Kembalinya Manusia Supercepat

Cover Flash Rebirth #1 oleh Ethan Van Sciver

Dipublikasikan pertama kali di harian Koran Tempo, suplemen Ruang Baca, 29 November 2009. Ditulis oleh Surjorimba Suroto.

Jika selama ini Anda membayangkan seandainya punya cukup waktu untuk melakukan segalanya dalam hidup, inilah kisah tentang seseorang yang memiliki semua waktu yang dibutuhkan.

Manusia tercepat di dunia telah kembali, setelah dinyatakan hilang selama 20 tahun lebih. Mereka pembaca komik The Flash berduka cita ketika Barry Allen menjadi korban ketika dunia kacau balau saat Crisis On Infinite Earths (1985) berlangsung. Ia tersedot ke alam tanpa dimensi waktu dan tak mampu kembali. Pengorbanannya membuat dunia kembali normal sedia kala. Dunia berduka, baik kawan maupun lawan. Nama dan kostum kebesaran The Flash sejak itu diusung oleh Wally West, keponakannya yang juga mampu bergerak cepat.

Namun apakah semua sahabat, keluarga, dan lawan gembira dengan kembalinya sang legenda?

The Flash merupakan salah satu tokoh komik era klasik (golden age) yang diperbarui ketika penerbit DC Comics meregenerasi tokoh-tokohnya. Saat itu beberapa penerbit komik terkenal di Amerika merger dalam naungan penerbit baru, DC Comics. Tokoh-tokoh bawaan para penerbit lama, seperti Superman, Batman, Wonder Woman, dan lainnya menjadi andalan DC Comics dan karakternya tetap dilanjutkan. Namun ada beberapa tokoh komik yang diperbaharui, meski tetap memakai nama yang sama. Beberapa karakter dari penerbit lama yang diperbarui diantaranya Green Lantern, Hawkman, Sandman, Black Canary dan The Flash.

Apa yang diperbarui? Desain kostum menjadi lebih modern, identitas baru, latar belakang karakter baru, musuh baru, hingga dunia petualangan baru. Singkatnya, sebuah universe baru. The Flash era klasik lebih menyerupai dewa mitologi Yunani Hermes (atau Mercury dalam mitologi Romawi) abad 20, lengkap dengan topi baja dengan sayap di kedua sisinya. Mirip patung Hermes di jembatan Harmoni, Jakarta. The Flash era klasik yang diciptakan Gardner Fox (1940) jelas-jelas terinspirasi Hermes dan tidak sepenuhnya orisinil, lengkap dengan kesaktiannya. Identitas asli The Flash saat itu adalah Jay Garrick.

Saat The Flash (Barry Allen) pertama muncul tahun 1956 ia tidak langsung populer. Baru beberapa tahun setelahnya ia mampu menempati posisi penting dalam jagad DC Comics, dan memiliki fans fanatik. Barry Allen lebih dekat ke fiksi ilmiah dibanding para pendahulunya yang nyaris berangkat dari mistik atau mitos (kecuali Batman dan Superman). Ia tersimbah aneka cairan kimia, yang terkena hujaman petir, saat sedang bekerja di laboratorium. Berbagai cairan kimia mengandung listrik dari petir inilah yang memberikan Allen kecepatan luar biasa.

The Flash adalah ikon simbol kebenaran murni, karena ia tidak melihat dunia secara abu-abu. Murni hitam dan putih. Alasan inilah yang membuat DC Comics dan Geoff Johns (sang penanggung jawab kembalinya Allen) memutuskan The Flash harus kembali ke dunia nyata, karena ia memandang dunia secara berbeda dibanding para pahlawan lainnya. Dunia sudah berubah dan semakin parah usai miniseri Identity Crisis. Dalam kesehariannya Barry Allen adalah seorang ilmuwan peneliti pada S.T.A.R. Labs, yang sering bekerja sama dengan kepolisian.

Dengan perkembangan dan berbagai inovasi dalam jalinan cerita komik selama, katakanlah, 20 tahun terakhir, terdapat beberapa kekhawatiran dan bukan kegembiraan dengan kembalinya Barry Allen. Dalam wawancaranya bersama io9, Geoff Johns menanggapinya dengan,”Ketika Barry gugur dalam Crisis on Infinite Earths (1985), ia tidak beda jauh dengan karakter lainnya yang belum ‘disuntik’ dengan kepribadian dalam karakter. Bagaimana kini ia memandang rekan-rekannya yang sudah ‘memiliki’ kepribadian?”

Banyak yang berpendapat Barry Allen sebaiknya tetap dikenang sebagai seorang pahlawan legendaris yang mengorbankan nyawanya secara heroik, dibanding menghidupkannya dan kelak mencemari nilai kepahlawanannya.

Allen kini melihat dunia yang asing. Dunia yang tak dikenalinya setelah lebih dari 20 tahun. Bukankah ia akan kebingungan, bimbang, dan meragukan keberadaan dirinya di tengah-tengah kawan dan lawan? Dalam episode awal The Flash: Rebirth pun ia mengalami guncangan jiwa, karena selama dua dekade tersesat di alam tanpa batas. Wira Yulianto, yang rutin mengikuti perkembangan DC Comics, berpendapat,”Dalam sebuah dialog dengan Green Lantern (Hal Jordan) di miniseri Blackest Night #1, Barry terkejut ketika mengetahui begitu banyak temannya tewas akibat kejahatan yang semakin mengganas selama dia tidak ada, diantaranya Batman. Disitu kita bisa melihat kesedihan Barry Allen, sementara dia menghilang, banyak temannya sudah tiada dan Hal Jordan pun tidak bisa berkata ketika Barry dengan sedih bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi dan mengapa.”

Kembalinya Allen juga membuat keberadaan speed force dipertanyakan. Speed force adalah energi lintas-dimensi, yang definisinya tidak terlalu jelas, dan menjadi sumber kekuatan mayoritas para tokoh super cepat. Speed force juga terlihat sebagai suatu ruang dimana para pelari cepat bisa melintas menyeberangi dimensi dan batas waktu. Mereka yang kekuatannya bersumber darinya akan bergantung padanya, termasuk ketika meninggal dunia. Jiwanya akan bergabung dengan speed force. The Flash bahkan dapat menyembuhkan luka dengan mempercepat proses penyembuhan tanpa mempercepat penuaan. Speed force menarik untuk dikembangkan, selayaknya ilmu sains inovatif lainnya dalam dunia film Star Trek.

Tidak hanya speed force, posisi Wally West (keponakan Allen) yang mengambil mantel The Flash usai Allen gugur juga dipertanyakan. Pembaca menganggap Wally berhasil meninggalkan bayang-bayangnya semasa menjadi Kid Flash, sidekick Allen, serta bayang-bayang pamannya di samping para pahlawan seangkatan Allen. Jika Allen kembali sebagai The Flash, lalu akan kemana Wally? Akankah ia kembali menjadi ‘pembantu’ Allen, sebagaimana dulu Dick Grayson menolak mantel Robin? “Robin akan selalu berada di belakang Batman, dan aku ingin mandiri,” saat Grayson menanggalkan kostumnya dalam serial The New Teen Titans (1984).

Geoff Johns juga lebih optimis jika The Flash diadaptasi ke layar lebar dibanding para superhero lainnya. “Kali ini ia lebih relevan dibanding saat ia aktif 20 tahun yang lalu. Bahkan hingga identitasnya tanpa kostum. Bukan karena kini ada serial televisi semacam C.S.I., namun teknologi dan dunia sudah demikian maju. Para kriminal kini bisa tertangkap karena identitas D.N.A. Barry tak mengenal D.N.A. saat ia aktif, karena saat itu belum populer,” ungkapnya.

Mari kita saksikan kembalinya manusia yang mampu berlari mengelilingi bumi sebanyak tiga kali dalam satu detik.

Kejutan-Kejutan Blackest Night

Cover Blackest Night #2 oleh Ivan Reis

Pertama kali dipublikasikan di Koran Tempo, suplemen Ruang Baca edisi Oktober 2009, 25 Oktober 2009. Ditulis oleh Surjorimba Suroto.“In brightest day, in blackest night, No evil shall escape my sight. Let those who worship evil’s might. Beware my power… Green Lantern’s light!”

Green Lantern (Hal Jordan) dan Flash (Barry Allen), didampingi Alfred, pelayan setia Bruce Wayne, berdiri di samping makam Batman. Mereka mendapati tengkorak Bruce Wayne, alias Batman, hilang dicuri. Tak lama berselang banyak kawan dan lawan, yang sudah meninggal dunia, bangkit dari kubur. Semuanya mengenakan cincin berwarna hitam dan melakukan pengrusakan di bumi dan jagat raya. Mampukah Green Lantern, dengan cincin hijau andalannya, bersama seluruh kawannya menghentikan serbuan para Black Lantern di seluruh pelosok semesta?

Jika cincin berwarna hitam masih belum cukup merepotkan, Green Lantern Corps (pasukan berkekuatan cincin hijau) juga harus berhadapan dengan para “pemegang” cincin lainnya yang berwarna kuning, merah, jingga, biru, indigo, dan ungu. Masing-masing memiliki karakter tersendiri dan pasukan yang setanding dengan Green Lantern Corps.

Blackest Night adalah serial miniseri komik terbaru dari DC Comics, yang dalam 5-7 tahun terakhir menyajikan banyak cerita komik fenomenal dan mengubah wajah raksasa penerbit komik ini selamanya. Jika 20-30 tahun lampau cerita komik umumnya sederhana dan mudah dipahami, kini pembaca butuh kerja keras untuk menikmati dan memahami isi komik. Blackest Night juga merupakan bagian terakhir dari trilogi Green Lantern: Rebirth, dan Sinestro Corps War.

Mungkin Anda masih ingat miniseri Identity Crisis, tujuh buku yang menggemparkan itu? Terungkap persekongkolan Green Arrow, Hawkman, Zatanna, dan rekan-rekan Justice League of America, yang mengubah karakter penjahat keji Doctor Light menjadi konyol. Mereka bahkan menghapus ingatan Batman yang tak setuju dengan tindakan amoral itu. Insiden ini memicu perpecahan di antara mereka dan jalinan cerita akbar berlanjut hingga “bangkitnya” Hal Jordan dan Barry Allen dari kubur. Kompleksitas ceritanya pantas dijadikan standar cerita komik masa depan. Pembaca setia komik terbitan DC Comics pasti setuju dengan pernyataan ini.

Konsep cincin banyak warna adalah inovasi terbaru. Geoff Johns, pemrakarsa dan penulis utama serial Green Lantern, mengungkapkan dalam suatu wawancara, “Tema serial ini adalah emosi. Bercerita tentang konflik emosi, perubahan emosi, dan menghadapi emosi. Apa arti sebenarnya dari emosi.”

Ia menciptakan tujuh warna emosi (diadaptasi dari warna pelangi) yang masing-masing merepresentasikan karakternya: merah (amarah), jingga (serakah), kuning (takut), hijau (tekad), biru (harapan), indigo (empati), dan ungu (cinta). Ketujuh warna ini didistribusikan kepada kelompok penganutnya, yang masing-masing mengenakan cincin kekuatan sesuai warna. Unik, memang, karena ketujuh warna itu merefleksikan sifat dasar manusia. Bagaimana pemakainya memanfaatkan, akan menentukan hasil yang positif dan negatif.

Coba renungkan apakah amarah dan takut selalu bersifat negatif? Apakah harapan dan cinta selalu bersifat positif? Sepintas tampaknya begitu. Namun ketujuh emosi memiliki posisi yang setanding. Kecondongan positif ataupun negatif sangat tergantung manusianya. Cinta dapat mencelakakan diri, dan amarah dapat menyelamatkan nyawa manusia.

Lalu bagaimana dengan cincin berwarna hitam? Dari warnanya sudah bisa ditebak karakternya: kematian. Sepak terjang cincin hitam ini sudah mulai melanda jagat raya DC Comics. Dikendalikan oleh sebuah Black Power Battery (semacam lampu petromaks yang mengisi ulang tenaga cincin, serupa dengan cincin hijau Green Lantern yang harus diisi ulang oleh Green Power Battery), cincin-cincin hitam ini berkelana membunuh para pahlawan dan penjahat, lalu menghidupkannya kembali sebagai zombie. Mereka yang sudah terkubur bertahun-tahun juga dihidupkan kembali. Semua itu dikendalikan oleh kekuatan yang sama.

Lantas apa tujuan para Black Lanterns ini? Sejauh ini belum terungkap, namun karakternya yang mematikan emosi dapat dipastikan akan berusaha untuk merusak (bahkan membunuh) ketujuh emosi lainnya. Padahal ketujuh kelompok pemakai cincin emosi tidak semuanya berjuang di pihak yang benar. Tampaknya cincin hitam akan menyapu ludes cincin warna yang lain. Tak peduli mereka berada di pihak mana.

Wira Yulianto, pecinta komik dan pengelola situs tokokomik.com punya pendapat sendiri tentang Blackest Night. “Cincin hitam punya kekuatan yang cukup menakutkan,” katanya. Menurut dia, saat ini tidak mudah untuk menjawab cincin yang mana yang tidak mudah kalah, mengingat masing-masing warna punya kekuatan dan kelemahan. Tapi, “Saya tetap yakin cincin hijau paling mampu bertahan. Setidaknya pasukan cincin hijau punya veteran-veteran yang lebih siap dibandingkan pasukan yang lain. Bahkan pernah dalam satu cerita sebelum Blackest Night, Hal Jordan memakai dua cincin, hijau dan biru, dan punya kekuatan yang sangat hebat.”

Menurut rencana, miniseri Blackest Night akan berlangsung hingga April 2010. Dampaknya akan dirasakan pada beberapa judul unggulan seperti Superman, Wonder Woman, Teen Titans, Doom Patrol, Batman, Flash, dan lainnya. Akankah para tokoh yang dihidupkan kembali tetap hidup? Atau dikembalikan ke alam kubur? Kita tunggu kejutan apa yang akan dibawa Blackest Night.